Terkadang hati ini dongkol setengah mati ketika berhadapan dengan preferensi. Tapi hidup memang tentang preferensi, dan selalu begitu. Ketika aku bertubrukan dengan preferensi yang membuat hatiku taktergembirakan, aku selalu bertanya "kenapa ya?" "salah apa sih aku?" Namun kemudian, "Hmmmm preferensi. Lagi." Tapi memang hidup itu tentang decision. Tentang preferensi. Jadi ya mau gimana lagi kan ya? Akupun mungkin sering melakukan hal yang membuat kecewa banyak orang di sekitarku just because of preferensiku, decision.
Mungkin judulnya tercium harum semerbak bumbu-bumbu micin Line T*day ya? Well. Aku juga ngga bisa memungkiri bahwa Line T*day juga telah mempengaruhi hidupku. (Pembukaan yang ngga penting banget) Jadi yah. Niatnya mau mengisi waktu luang. Untuk be-la-jar TKD. Krieeeeet . (Ceritanya sampul buku TKD yang dibagikan 4bulan lalu, baru kubuka) Sambil baca bismillah juga dong. Kunamain juga, pake bismillah juga di awal nulisnya. Baca awal-awal. Oh iya iya. Oh gitu to isinya TKD. Kemudian mau lanjut ke materi TWK. But... ASTAGHFIRULLAH Kaget setengah mati liat gambar bapak-bapak di lembar hitam. Hampir aja kulempar ini buku. Kesimpulan. 1. ... 2. ... 3. ... Pengen aja tuh suatu saat, aku dikasih kesempatan buat memberikan testimoni atas buku ini. "Terima kasih sudah membuatku terkaget ria." (Sorry gaje. Tapi aku ngga ngerti harus gimana lagi buat mulai nulis lagi. Hehe)