Halo, semesta! Lama tak berjumpa! Tepatnya. Karena aku ti-dak-me-nyem-pat-kan-di-ri-un-tuk-me-nu-lis.
Dan tidak terasa, aku sudah selesai KTTA. salah. sudah mengumpulkan KTTA. Perihal revisi dan sebagainya, itu urusan belakangan. Yang terpenting adalah saat ini aku memiliki waktu untuk bernafas setelah tekanan beberapa bulan ini. Mulai dari UTS, UAS, dan KTTA yang beruntun tanpa spasi, apalagi enter (kriuk).
KTTA ya? Karya Tulis Tugas Akhir.
Mata kuliah 2sks yang rasa 6sks. Kamu lari kesana kesini, berangkat pagi di kala matahari belum muncul, naik KRL, macet-macetan, bolak-balik JakPus-Tangsel, beli tinta, dan banyak lagi. Oke. Mungkin aku jadi terlihat tidak ikhlas dalam mengerjakannya, No? Ikhlas kok insyAllah. Aku disini cuma sedang berusaha untuk menceritakan tahap-penyelesaian-karya-tulis-tugas-akhir-KU. KU. karena mungkin ini hanya berlaku padaku?
Akhir semester 5, sudah ada pengumpulan terkait mata kuliah yang akan dijadikan bahan penulisan KTTA. Dan yaaaaaaaaaah. Nulis apa ih nulis apaaaaaaaaaa????? Pusing. Sampai vertigo ku kambuh jika tidak salah. Lebay? Tapi aku memang hampir selalu seperti itu apabila-jika aku berada pada posisi tertekan.
Kemudian, tiba-tiba saja ide terbesit. Aku memiliki permasalahan terkait PPh PP46 serta beberapa bahasan terkait PPN dan PPnBM. Tapi, dilihat dari peluangnya sepertinya tidak mungkin aku membahas PPh PP46 karena yaaaaaaaah......................bergelimangan manusia yang satu pikiran juga denganku. Akhirnya aku memilih PPnBM diurutan pertama, PPN diurutan berikutnya, dan PPh diurutan terakhir. Walaupun sebenarnya, aku sendiri juga was-was terkait kemampuanku. Ya halo? Aku sendiri saja saat masih sulit membedakan apakah itu mobil patroli TNI/POLRI dibebaskan PPnBM atau justru tidak dikenakan PPnBM. Belum lagi PPN yang mana aku hanya mendapatkan B atau bahkan B- yang-mana-aku-berusaha-keras-untuk-melupakan-nilai-terjelek-sepanjang-masa-itu di semester 4.
Belum berhenti sampai disitu. Aku pun menambah kegilaanku dengan menjadikan dosen X sebagai dosen pembimbingku. Dengan berdasar pada teori "Jika dosen pembimbingmu perfeksionis, maka beruntunglah kamu ketika kamu berada pada tahap penilaian."
JENG JENG.
Pengumuman pembagian mata kuliah, dosen pembimbing, dan dosen penilai. Ohya. Mari selanjutnya kita sebut dosen pembimbing sebagai dosbing dan dosen penilai sebagai dosnil.
-berlanjut di part 2 ya yang entah kapan aku post-
Comments
Post a Comment
Write Your Comment Here