Skip to main content

Mau Cerita

Harus bagaimana, yakan? 
Di kala kamu nggak pengen mem-PHP orang. 
Namun
Di kala itu juga kamu nggak pengen menyakiti hati orang. 

Assalamualaikum. 
Lagi apa? 
Sini aku anterin. 
Ya udah aku jadi ojekmu aja. 
Boleh nggak aku suka kamu? 
Kamu manis
Kamu cantik


dan sebagainya. 

Ya. Mau nggak mau kan fren. Kita read aja kan? Daripada ntar kalo dibales jadi berkelanjutan dan menumbuhkan bibit pengharapan berlebih? 

Aku tahu bahwa berada pada posisi di PHP kan nggak ada enaknya.
Rasanya itu kayak. 
Kamu ada di kolam yang isinya ikan hiu selusin dan yang cuma bisa kamu lakuin adalah: berdoa penuh harap (?)

Jadi fren,
aku sempet juga tanya ke beberapa orang. Soalnya aku juga ngerasa, "Aku terlalu murahan kah? Sampe-sampe mereka melakukan ini padaku?"

Dan kata mereka: 
Karena aku terlalu supel. 

Salah lagi kan fren
Harus bagaimana, yakan? 

Ketika aku berusaha untuk memulai menjalin hubungan pertemanan, justru dimodusin. 
Dan ketika aku tahu bahwa mereka semua hanya modus belaka, aku selalu-segera-memblacklist mereka. (Ini hal yang mungkin nggak baik. Tapi aku bener-bener, ngga-tau-lagi-harus-apa)

Mungkin kamu bisa bilang itu adalah salah satu bentuk istikharah
Tapi, aku sedang-tidak-ingin-dijadikan-media-sebagai-kamu-beristikharah. Terlebih. Aku masih sekolah. Yakan?

Waktu masih panjang buat ke tahap itu. 

Jadi cukuplah. Berteman kayak biasa. Nggak perlu DULU ada "lagi ngapain" "udah makan atau belum" "udah taken belom?" "nikah yuk". Begitu? 

Comments

Popular posts from this blog

Matematika?

Matematika itu BUKAN mengenai seberapa cepat kau menghitung. Tapi, matematika itu seberapa kau pandai melogikanya. Aku berbicara seperti ini layaknya aku adalah seorang pakar matematika yang selalu bisa menjawab ketika diberikan soal. Padahal? HAHA Ya, jika kau berpikir bahwa orang yang pintar Matematika itu PASTI cepat dalam berhitung, ya itu kurang tepat. Matematika itu seberapa cepatnya kau berpikir untuk suatu solusi, memikirkan suatu ide untuk memecahkan masalah, dan seberapa lihai dalam aspek “kekreatifan”. Tapi, pada dasarnya semua orang pasti bisa Matematika. 

Aku Kembali

Assalamualaikum! Lama aku nggak nulis. Kuakui menulis mungkin masih terasa memberatkan bagiku. Jadi ya... Terbengkalai.  Tapi demi membunuh waktuku, demi menunggu kopi yang being roasted (aku memainkan game I Love Coffee), dan dalam rangka debut BLACKPINK (?) akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis lagi (?)  Jadi. Aku sudah kuliah semester 4 di Politeknik Keuangan Negara STAN yang ketika aku masuk, namanya masih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aku tak terlalu mempermasalahkan namanya, karena yang terpenting adalah aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis .  Awalnya memang terdengar aneh. Pe-Ka-eN STAN banget?  Tapi ya sudahlah. Asalkan aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis. Sungguh maaf aku mengulang kalimat ini lagi. Aku melakukannya semata-mata karena untuk menegaskan bahwa aku memang tak mempermasalahkannya.  Aku bersyukur karena dengan kuliah di sini, aku dapat meminimalisir orang tuaku mengeluarkan uang. Sebelum...