Harus bagaimana, yakan?
Di kala kamu nggak pengen mem-PHP orang.
Namun
Di kala itu juga kamu nggak pengen menyakiti hati orang.
Assalamualaikum.
Lagi apa?
Sini aku anterin.
Ya udah aku jadi ojekmu aja.
Boleh nggak aku suka kamu?
Kamu manis
Kamu cantik
dan sebagainya.
Ya. Mau nggak mau kan fren. Kita read aja kan? Daripada ntar kalo dibales jadi berkelanjutan dan menumbuhkan bibit pengharapan berlebih?
Aku tahu bahwa berada pada posisi di PHP kan nggak ada enaknya.
Rasanya itu kayak.
Rasanya itu kayak.
Kamu ada di kolam yang isinya ikan hiu selusin dan yang cuma bisa kamu lakuin adalah: berdoa penuh harap (?)
Jadi fren,
aku sempet juga tanya ke beberapa orang. Soalnya aku juga ngerasa, "Aku terlalu murahan kah? Sampe-sampe mereka melakukan ini padaku?"
Dan kata mereka:
Karena aku terlalu supel.
Salah lagi kan fren?
Harus bagaimana, yakan?
Ketika aku berusaha untuk memulai menjalin hubungan pertemanan, justru dimodusin.
Dan ketika aku tahu bahwa mereka semua hanya modus belaka, aku selalu-segera-memblacklist mereka. (Ini hal yang mungkin nggak baik. Tapi aku bener-bener, ngga-tau-lagi-harus-apa)
Mungkin kamu bisa bilang itu adalah salah satu bentuk istikharah
Tapi, aku sedang-tidak-ingin-dijadikan-media-sebagai-kamu-beristikharah. Terlebih. Aku masih sekolah. Yakan?
Waktu masih panjang buat ke tahap itu.
Waktu masih panjang buat ke tahap itu.

Comments
Post a Comment
Write Your Comment Here