Skip to main content

KTTA 3

 Skip skip skip. 

"Terus mau ambil data dimana?" 

Pertanyaan yang sukses membuatku bingung. Minder. Berasa ingin mundur saja. 
Kemudian, atas pertolongan Allah. BKF, AR, dan dosen saja. Itupun hasil 'lirik' Nessa.

Dan tararaaaaaaam. Perjuanganku mencari data ke segala penjuru dunia dimulai!

Jakarta - Bintaro. Bintaro - Jakarta. 
KRL, angkot, dan gojek. 
Berburu waktu. 

Tertidur di balik punggung abang gojek, sudah biasa. 

Jadi yah. Jalan Dr. Wahidinsudirohusodo, familiar. 

---

Pertama datang
"Maaf. Ini ditebuskannya bukan kesini. 
Besok balik lagi ya." 

Menghela nafas. Dan. Bintaro lagi, yeay!!!

---

Kedatangan kedua,
"Nessa, yok kita ke BKF lagi. Biar cepet selesai!" 

Brrrrrrrm. 

Datang dengan terburu-buru. Secepat yang kami bisa membelah kota Jakarta. 

"Maaf. Nanti kami kabari lagi." 

Tapi kali ini sudah dengan kepastian yang lumayan tinggi. 




Bersama Nessa, sembari makan eskrim dan menunggu abang Gojek

---

Kedatangan ketiga. 

"Dek, Bapaknya besok bisa." 
Tiba-tiba mbak Sekar mengirimi saya pesan Whatsapp. 

ALHAMDULILLAH.

Melajulah kesana! Yipyeaaaaay! 

Namun, yang disayangkan adalah........pertemuan terakhir dengan Pak Taufiq Budiarto, termasuk dosen favorit saya. 
Dan aku sudah makan.
Dan aku pamit. 
Dan itu adalah kuliah penutup dari semua perkulian di STAN. 

Tapi. BARTER. 

SKIP. 

Akhirnya Sakinaini berhasil, mewawancarai Bapak Rustam Effendi, Kepala Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP 1 - Badan Kebijakan Fiskal. 

Bayangkan! Seorang dengan jabatan tinggi mau diwawancarai oleh seorang yang tiada jabatan seperti saya! Ramah dan berwawasan luas. Favorito!!! 
Bersama Pak Rustam Effendi




Masih bersama partner saya, Nessa. Dhinnessa Prabowo.
Efek merasa lega, karena telah berhasil wawancara!
(Puasa hari kedua di tahun 2017)

Comments

Popular posts from this blog

Matematika?

Matematika itu BUKAN mengenai seberapa cepat kau menghitung. Tapi, matematika itu seberapa kau pandai melogikanya. Aku berbicara seperti ini layaknya aku adalah seorang pakar matematika yang selalu bisa menjawab ketika diberikan soal. Padahal? HAHA Ya, jika kau berpikir bahwa orang yang pintar Matematika itu PASTI cepat dalam berhitung, ya itu kurang tepat. Matematika itu seberapa cepatnya kau berpikir untuk suatu solusi, memikirkan suatu ide untuk memecahkan masalah, dan seberapa lihai dalam aspek “kekreatifan”. Tapi, pada dasarnya semua orang pasti bisa Matematika. 

Mau Cerita

Harus bagaimana, yakan?  Di kala kamu nggak pengen mem-PHP orang.  Namun Di kala itu juga kamu nggak pengen menyakiti hati orang.  Assalamualaikum.  Lagi apa?  Sini aku anterin.  Ya udah aku jadi ojekmu aja.  Boleh nggak aku suka kamu?  Kamu manis Kamu cantik dan sebagainya.  Ya. Mau nggak mau kan fren . Kita read aja kan? Daripada ntar kalo dibales jadi berkelanjutan dan menumbuhkan bibit pengharapan berlebih?  Aku tahu bahwa berada pada posisi di PHP kan nggak ada enaknya. Rasanya itu kayak.  Kamu ada di kolam yang isinya ikan hiu selusin dan yang cuma bisa kamu lakuin adalah: berdoa penuh harap (?) Jadi fren, aku sempet juga tanya ke beberapa orang. Soalnya aku juga ngerasa, "Aku terlalu murahan kah? Sampe-sampe mereka melakukan ini padaku?" Dan kata mereka:  Karena aku terlalu supel.  Salah lagi kan fren ?  Harus bagaimana, yakan?  Ketika aku berus...

Aku Kembali

Assalamualaikum! Lama aku nggak nulis. Kuakui menulis mungkin masih terasa memberatkan bagiku. Jadi ya... Terbengkalai.  Tapi demi membunuh waktuku, demi menunggu kopi yang being roasted (aku memainkan game I Love Coffee), dan dalam rangka debut BLACKPINK (?) akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis lagi (?)  Jadi. Aku sudah kuliah semester 4 di Politeknik Keuangan Negara STAN yang ketika aku masuk, namanya masih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aku tak terlalu mempermasalahkan namanya, karena yang terpenting adalah aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis .  Awalnya memang terdengar aneh. Pe-Ka-eN STAN banget?  Tapi ya sudahlah. Asalkan aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis. Sungguh maaf aku mengulang kalimat ini lagi. Aku melakukannya semata-mata karena untuk menegaskan bahwa aku memang tak mempermasalahkannya.  Aku bersyukur karena dengan kuliah di sini, aku dapat meminimalisir orang tuaku mengeluarkan uang. Sebelum...