Skip to main content

Hi-Dunk


Alhamdulillahirabbilalamiin- aku terlahir dengan hidung pertengahan. Mungkin ketika kita interpreasikan ke dalam peluang majemuk, jenis idungku ini termasuk ke (Mancung⌒Pesek).

Well. Terima kasih Allah karena telah memberiku hidung jenis pertengahan ini ditambah dengan dengan mekanisme kerja seperti pada umumnya. Membuatku bisa mersakan bagaimana pilek-nikmatnya mengupil. Yeaks.

Ya seperti inilah hidungku, hidung pertengahan. Padahal waktu kecil hidungku sangatlah pesek. Sangat pesek. Bagaimana bisa seperti ini? Mungkin karena dulu si emak narohin penjepit jemuran ke hidungku. Mungkin-

Ya seperti itulah hidungku, bagaimana hidungmu? Ya kalo emang belum tau-atau masih ragu mengenai jenis hidung kalian bisa lihat di bawah ini:

Hidungmu tergolong sebagai hidung pesek ketika :
Kalian memonyongkan maksimal mulut kalian dan ketika kalian berasil melakukannya dan menghadapkannya ke arah cermin, nampaklah jelas bahwa hidung kalian tidaklah lebih tinggi dari-mulut kalian.

Hidungmu tergolong sebagai hidung pertengahan ketika:
Kalian bercermin dan berakting seperti pemilik bimoli-bibir monyong lima senti terlihatlah bahwa tinggi hidung kalian dengan moncong bibir sama.

Hidungmu tergolong sebagai hidung mancung ketika: 
Kalian berkhayal akan mencium orang yang kalian sukai, tapi bibir orang yang kalian sayangi itu berada nun jauh di sana. Alhasil, karena tersadar dari pikiran bawah sadar, kalian mengambil kaca dan terlihatlah hidung kalian lebih tinggi dari monyongan bibir kalian. 

-postingan ini hanya dibuat untuk menghilangkan kebosanan belaka- 

image was taken from : rhinoplastynet.com


Comments

Popular posts from this blog

Matematika?

Matematika itu BUKAN mengenai seberapa cepat kau menghitung. Tapi, matematika itu seberapa kau pandai melogikanya. Aku berbicara seperti ini layaknya aku adalah seorang pakar matematika yang selalu bisa menjawab ketika diberikan soal. Padahal? HAHA Ya, jika kau berpikir bahwa orang yang pintar Matematika itu PASTI cepat dalam berhitung, ya itu kurang tepat. Matematika itu seberapa cepatnya kau berpikir untuk suatu solusi, memikirkan suatu ide untuk memecahkan masalah, dan seberapa lihai dalam aspek “kekreatifan”. Tapi, pada dasarnya semua orang pasti bisa Matematika. 

Mau Cerita

Harus bagaimana, yakan?  Di kala kamu nggak pengen mem-PHP orang.  Namun Di kala itu juga kamu nggak pengen menyakiti hati orang.  Assalamualaikum.  Lagi apa?  Sini aku anterin.  Ya udah aku jadi ojekmu aja.  Boleh nggak aku suka kamu?  Kamu manis Kamu cantik dan sebagainya.  Ya. Mau nggak mau kan fren . Kita read aja kan? Daripada ntar kalo dibales jadi berkelanjutan dan menumbuhkan bibit pengharapan berlebih?  Aku tahu bahwa berada pada posisi di PHP kan nggak ada enaknya. Rasanya itu kayak.  Kamu ada di kolam yang isinya ikan hiu selusin dan yang cuma bisa kamu lakuin adalah: berdoa penuh harap (?) Jadi fren, aku sempet juga tanya ke beberapa orang. Soalnya aku juga ngerasa, "Aku terlalu murahan kah? Sampe-sampe mereka melakukan ini padaku?" Dan kata mereka:  Karena aku terlalu supel.  Salah lagi kan fren ?  Harus bagaimana, yakan?  Ketika aku berus...

Aku Kembali

Assalamualaikum! Lama aku nggak nulis. Kuakui menulis mungkin masih terasa memberatkan bagiku. Jadi ya... Terbengkalai.  Tapi demi membunuh waktuku, demi menunggu kopi yang being roasted (aku memainkan game I Love Coffee), dan dalam rangka debut BLACKPINK (?) akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis lagi (?)  Jadi. Aku sudah kuliah semester 4 di Politeknik Keuangan Negara STAN yang ketika aku masuk, namanya masih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aku tak terlalu mempermasalahkan namanya, karena yang terpenting adalah aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis .  Awalnya memang terdengar aneh. Pe-Ka-eN STAN banget?  Tapi ya sudahlah. Asalkan aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis. Sungguh maaf aku mengulang kalimat ini lagi. Aku melakukannya semata-mata karena untuk menegaskan bahwa aku memang tak mempermasalahkannya.  Aku bersyukur karena dengan kuliah di sini, aku dapat meminimalisir orang tuaku mengeluarkan uang. Sebelum...