Alhamdulillahirabbilalamiin-
aku terlahir dengan hidung pertengahan. Mungkin ketika kita interpreasikan ke
dalam peluang majemuk, jenis idungku ini termasuk ke (Mancung⌒Pesek).
Well. Terima
kasih Allah karena telah memberiku hidung jenis pertengahan ini ditambah dengan
dengan mekanisme kerja seperti pada umumnya. Membuatku bisa mersakan bagaimana
pilek-nikmatnya mengupil. Yeaks.
Ya seperti
inilah hidungku, hidung pertengahan. Padahal waktu kecil hidungku sangatlah
pesek. Sangat pesek. Bagaimana bisa seperti ini? Mungkin karena dulu si emak
narohin penjepit jemuran ke hidungku. Mungkin-
Ya seperti
itulah hidungku, bagaimana hidungmu? Ya kalo emang belum tau-atau masih ragu
mengenai jenis hidung kalian bisa lihat di bawah ini:
Hidungmu tergolong
sebagai hidung pesek ketika :
Kalian
memonyongkan maksimal mulut kalian dan ketika kalian berasil melakukannya dan
menghadapkannya ke arah cermin, nampaklah jelas bahwa hidung kalian tidaklah
lebih tinggi dari-mulut kalian.
Hidungmu
tergolong sebagai hidung pertengahan ketika:
Kalian
bercermin dan berakting seperti pemilik bimoli-bibir monyong lima senti
terlihatlah bahwa tinggi hidung kalian dengan moncong bibir sama.
Hidungmu tergolong sebagai hidung mancung ketika:
Kalian berkhayal akan mencium orang yang kalian sukai, tapi bibir orang yang kalian sayangi itu berada nun jauh di sana. Alhasil, karena tersadar dari pikiran bawah sadar, kalian mengambil kaca dan terlihatlah hidung kalian lebih tinggi dari monyongan bibir kalian.
-postingan ini hanya dibuat untuk menghilangkan kebosanan belaka-
image was taken from : rhinoplastynet.com

Comments
Post a Comment
Write Your Comment Here