Skip to main content

Kenangan Ramadhan



HAI! SELAMAT BULAN PUASA! MOHON MAAF LAHIR BATIN YA! 

Oh ya, puasa kali ini bertepatan dengan momen luar biasa. Kenaikan kelas dan kenaikan BBM! Dan itu semakin menambah puyeng keadaan dompet. Emang sih aku nggak kerja dan nggak beli-beli peralatan rumah tangga, ya untuk saat ini. Tapi semua momen itu mau tak mau berimbas ke dompetku yang semakin menipis. Huah! Walaupun juga kata si emak ada gaji ketiga belas atau apalah, tapi kenapa tetep nggak ngebawa dampak positif ke dompetku. Huhuhu.

Eh, tapi bukan berarti aku membenci bulan Ramadhan lho. Aku justru menantikannya kok. Yang nggak dinantikan malah justru datang adalah kenaikan BBM nya itu lho!

Eh iya. Jadi inget deh. Kenangan Bulan Ramadhan zaman seupil itu kerjannya ngebawain buku amalan Ramadhan, mintain tandatangan imam, nyentangin amalan sholat, nungguin adzan sambil di tempat tidur karena udah lemes banget, ikut Mama nyari baju buat lebaran dan kalian tahu? Syaratnya adalah ada kantongnya! Muahahahaha. Sampai sekarang aku juga masih mau kok dikasih duit dan berburu duit. Ya siapa sih yang nggak mau duit? Hahaha. Tapi bedanya sama sekarang adalah, cara menerima angpau-nya. Kalau sekarang, agak sedikit sok jaim dan segala macem. Tapi ya.... tetep aja ngembat wkwk. Ya mau gimana lagi? Kalau aku masih saja bertindak seperti zaman jahiliyah bin unyu-unyu, bisa saja orang tuaku mendepakku dari rumah dan apabila bertemu denganku di suatu hari setelah hari pendepakan itu, tak mau mengakuiku. Siapa tahu. Bisa jadi.

Oke. Balik ke kenangan Ramadhan. Ramadhan, dulu aku juga pernah medhot puasa. Hahaha. Alasannya ya kau tahu, setan takkan pernah membiarkan dirimu mendapatkan pahala dengan mudah. Tapi, hal yang aku bete-in selama ini adalah kenapa ya kalo Ramadhan, iklan makanan sama minumannya nggak bisa ikut puasa juga? Mereka itu juga menyumbang alasan bagiku untuk medhot. Ya siapa sih yang nggak tergoda sama iklan sirup yang nuanginnya perlahan, warnanya ngejreng ojreng bendereng, ada esnya, dan waktu diteguk sampe bunyi “glek glek”? udah gitu sialnya lagi, iklan makanan juga ga kalah menggoda. Mulai yang bibirnya dijilat lah dan segalanya yang sialnya BIKIN NGENCESSSSS! Di sini aku mikir, ada bagusnya ya adv must be banned

Images : iikoart.deviantart.com

    Comments

    Popular posts from this blog

    Matematika?

    Matematika itu BUKAN mengenai seberapa cepat kau menghitung. Tapi, matematika itu seberapa kau pandai melogikanya. Aku berbicara seperti ini layaknya aku adalah seorang pakar matematika yang selalu bisa menjawab ketika diberikan soal. Padahal? HAHA Ya, jika kau berpikir bahwa orang yang pintar Matematika itu PASTI cepat dalam berhitung, ya itu kurang tepat. Matematika itu seberapa cepatnya kau berpikir untuk suatu solusi, memikirkan suatu ide untuk memecahkan masalah, dan seberapa lihai dalam aspek “kekreatifan”. Tapi, pada dasarnya semua orang pasti bisa Matematika. 

    Mau Cerita

    Harus bagaimana, yakan?  Di kala kamu nggak pengen mem-PHP orang.  Namun Di kala itu juga kamu nggak pengen menyakiti hati orang.  Assalamualaikum.  Lagi apa?  Sini aku anterin.  Ya udah aku jadi ojekmu aja.  Boleh nggak aku suka kamu?  Kamu manis Kamu cantik dan sebagainya.  Ya. Mau nggak mau kan fren . Kita read aja kan? Daripada ntar kalo dibales jadi berkelanjutan dan menumbuhkan bibit pengharapan berlebih?  Aku tahu bahwa berada pada posisi di PHP kan nggak ada enaknya. Rasanya itu kayak.  Kamu ada di kolam yang isinya ikan hiu selusin dan yang cuma bisa kamu lakuin adalah: berdoa penuh harap (?) Jadi fren, aku sempet juga tanya ke beberapa orang. Soalnya aku juga ngerasa, "Aku terlalu murahan kah? Sampe-sampe mereka melakukan ini padaku?" Dan kata mereka:  Karena aku terlalu supel.  Salah lagi kan fren ?  Harus bagaimana, yakan?  Ketika aku berus...

    Aku Kembali

    Assalamualaikum! Lama aku nggak nulis. Kuakui menulis mungkin masih terasa memberatkan bagiku. Jadi ya... Terbengkalai.  Tapi demi membunuh waktuku, demi menunggu kopi yang being roasted (aku memainkan game I Love Coffee), dan dalam rangka debut BLACKPINK (?) akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis lagi (?)  Jadi. Aku sudah kuliah semester 4 di Politeknik Keuangan Negara STAN yang ketika aku masuk, namanya masih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aku tak terlalu mempermasalahkan namanya, karena yang terpenting adalah aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis .  Awalnya memang terdengar aneh. Pe-Ka-eN STAN banget?  Tapi ya sudahlah. Asalkan aku masih bisa sekolah di sana dengan gratis. Sungguh maaf aku mengulang kalimat ini lagi. Aku melakukannya semata-mata karena untuk menegaskan bahwa aku memang tak mempermasalahkannya.  Aku bersyukur karena dengan kuliah di sini, aku dapat meminimalisir orang tuaku mengeluarkan uang. Sebelum...